Filosofi Karakter Agusquack X Kemenhub
Filosofi Karakter Agussquack X KemenhubSi Agus : transportaSI Andalan Gugusan nUSantara
-
Biro Komunikasi dan Informasi Publik
Filosofi Karakter Agussquack X KemenhubSi Agus : transportaSI Andalan Gugusan nUSantara
Solo – Kami tiba di Stasiun Solo Balapan pada pagi yang dingin dan basah oleh embun. Matahari belum tinggi. Sinarnya masih temaram, namun stasiun sudah ramai oleh hiruk-pikuk penumpang kereta api antarkota maupun KRL, yang berbaur jadi satu dengan petugas stasiun. Sebagian membawa koper, beberapa berseragam sekolah lengkap dengan ransel di pundak. Pada awal hari di tengah minggu seperti ini, kerumunan penumpang didominasi oleh mereka yang berusia produktif.
Medan - Masyarakat Kota Medan kini semakin nyaman bepergian. Anak-anak sekolah hingga para pekerja di Kota Melayu Deli ini dapat memanfaatkan moda transportasi yang ramah lingkungan.
Mengusung semangat Swatantra Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi tak sekadar membangun transportasi, tapi membuktikan bahwa kemandirian bisa berwujud nyata. Semboyan Kabupaten Bekasi ini dapat dimaknai sebagai daerah yang berdikari, bermartabat, dan sejahtera. Terutama dalam melayani warganya lewat transportasi publik yang layak.“Ini sudah bukan reformasi lagi, kami harus revolusi transportasi. Kenapa? Wajah kendaraan harus berubah, minat masyarakat harus berubah, dengan kondisi yang berubah ini kami melakukan satu gerakan yang luar biasa menjadikan transportasi di Kabupaten Bekasi lebih efisien, ramah lingkungan, dan terintegrasi”, ujar R. Yana Suyatna, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi.Ia mengungkap bahwa program ini lahir dari keresahan terhadap kondisi transportasi yang selama ini tidak memberikan jaminan kenyamanan dan keamanan bagi warga. “Kami menerima banyak keluhan masyarakat. Mulai dari tarif yang tidak terkendali, kondisi kendaraan yang tidak layak, bahkan pengemudi yang meminta bayaran tinggi di malam hari,” ujarnya.Dengan komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi resmi meluncurkan koridor pertama BisKita Trans Wibawa Mukti pada Desember 2024. Layanan ini dioperasikan dengan tarif nol rupiah, menggunakan skema Buy the Service (BTS) yang sepenuhnya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Jumlah armada yang beroperasi adalah 15 unit, terdiri dari 14 unit yang siap beroperasi dan 1 unit cadangan. Rute bus ini dirancang terintegrasi dengan dua simpul transportasi penting, yaitu Stasiun KRL Cikarang dan Stasiun LRT Jatimulya, yang membentang sejauh 20-40 kilometer dari dan menuju kedua stasiun tersebut. Sepanjang jalurnya, tersedia 55 titik halte atau pemberhentian bus.Setiap armada Trans Wibawa Mukti mampu mengangkut hingga 40 penumpang, termasuk penumpang berdiri. Layanan ini beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 21.00 WIB, dengan rata-rata enam kali perjalanan (ritase) per kendaraan dalam sehari. Selain terhubung langsung dengan Stasiun KRL Cikarang dan Stasiun LRT Jatimulya, rute bus juga melintasi berbagai titik strategis di Kabupaten Bekasi, seperti kawasan industri, pusat perbelanjaan, dan area permukiman padat.Setelah enam bulan berjalan, Trans Wibawa Mukti mulai menunjukkan pengaruh positif terhadap perilaku mobilitas warga. “Sebelum ada Trans Wibawa Mukti, banyak ibu-ibu antar anak ke sekolah tanpa memakai helm. Sekarang mayoritas penumpangnya ibu-ibu yang mengantar sekolah. Tentu ini sudah berdampak pada keselamatan,” terangnya.Data mencatat keterisian rata-rata bus sebesar 51%, dengan angka tertinggi mencapai lebih dari 62 ribu penumpang di bulan Mei 2025. Pemkab kini sedang mengkaji pembukaan koridor kedua yang menghubungkan Stasiun Cikarang, kawasan Jababeka, AEON Mall Deltamas, hingga pusat pemerintahan Kabupaten Bekasi.Rencana Jangka Panjang dan Pendanaan AlternatifMeski baru memiliki satu koridor, Pemerintah Kabupaten Bekasi menargetkan pengembangan hingga tujuh koridor. Namun, keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama. Belum lagi, mereka harus menghadapi eksistensi operator lama yang masih aktif di jalur yang sama. “Kami harus menyelaraskan dengan operator eksisting seperti K01A. Ini tidak mudah, mereka menginginkan persaingan jangan terlalu timpang, karena sekarang ini di satu sisi Rp10 ribu dan lainnya nol rupiah”, ungkap Yana.Upaya penyesuaian dilakukan dengan pendekatan sosial dan regulatif. Pemkab Bekasi terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait izin trayek dan pengawasan operasional armada lawas. Hal ini penting untuk memastikan semua pelaku jasa transportasi mematuhi standar keselamatan dan pelayanan.Sebagai bagian dari perluasan layanan dan integrasi transportasi, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga menghadirkan moda pengumpan (feeder) yang menjangkau kawasan industri dan permukiman padat, yaitu armada shuttle K-99 Feeder BTS—Minitrans Swatantra Wibawa Mukti yang melayani rute Jababeka – Stasiun Cikarang. Layanan ini dirancang untuk melengkapi jalur utama BisKita Trans Wibawa Mukti dan memudahkan konektivitas antar moda di wilayah Cikarang dan sekitarnya.Pemerintah Kabupaten Bekasi berupaya mengamankan keberlanjutan layanan melalui berbagai strategi. Salah satunya adalah mendorong Trans Wibawa Mukti masuk ke dalam Proyek Strategis Daerah (PSD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bekasi. Tujuannya, agar program ini memiliki prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah.Pemkab juga mengidentifikasi potensi pembiayaan dari opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang mencapai Rp700 miliar. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2023, minimal 10% dari dana tersebut seharusnya dialokasikan untuk transportasi umum. Dengan alokasi 5% saja, Pemkab dapat membuka dua koridor baru. “Kalau konsistensi PP itu benar-benar dijalankan, kami bisa membuka tiga hingga empat koridor tambahan,” jelas Yana.Meskipun saat ini tarif masih nol rupiah, Pemkab Bekasi sudah mulai mengkaji skema tarif terjangkau untuk masa depan, dengan estimasi Rp4.300–Rp5.000 per perjalanan. Upaya ini dirancang agar layanan tetap inklusif namun memiliki keberlanjutan fiskal.Selain itu, pembangunan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sedang disiapkan untuk meningkatkan efisiensi dan profesionalisme layanan. Pemkab juga membuka kemungkinan pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang transportasi, terutama untuk mengelola layanan khusus seperti bus sekolah dan angkutan karyawan.Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (Ditjen Intram) turut berperan dalam mendukung keberlangsungan penyelenggaraan Trans Wibawa Mukti. Meski pembiayaan operasional dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi secara mandiri, namun satu elemen vital masih menjadi bagian dari dukungan pusat, yakni sistem teknologi informasi (IT). Kemenhub tetap menyediakan infrastruktur IT yang krusial bagi pengelolaan armada dan pemantauan operasional. Keberadaan sistem IT ini menjadi faktor penting yang memungkinkan layanan Trans Wibawa Mukti tetap berjalan optimal, terutama di tengah upaya efisiensi yang diberlakukan pasca Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2025.Menjelajah Kota dengan BisKita Trans Wibawa Mukti, Nyaman dan Terjangkau Pagi itu, kami berlima, tim humas Biro Komunikasi dan Informasi Publik, melangkah menuju halte di depan Stasiun Cikarang dengan rasa penasaran dan segumpal harapan. Di kejauhan, bus berwarna biru putih bertuliskan Trans Wibawa Mukti meluncur pelan, lalu pintunya terbuka otomatis begitu mendekat. Kami berlima naik disambut AC yang sejuk dan deretan kursi yang rapi. Tak ada suara klakson atau teriakan kenek seperti angkutan kota biasa, hanya layar elektronik dan suara pengarah perjalanan yang memberi tahu halte berikutnya. Di tiap kursi penumpang, saya melihat lambang dan tulisan “Kabupaten Bekasi". Dalam hati, saya terkesima. Ini buah dari keberanian sebuah daerah menjalankan semangat Swatantra Wibawa Mukti.Kami tidak sendiri saat menjajal BisKita Trans Wibawa Mukti hari itu. Seorang penumpang duduk tak jauh dari kami—Pak Sigit, anggota TNI yang tiap hari berangkat ke tempat kerja menggunakan bus ini. Ia bercerita sambil tersenyum, betapa Trans Wibawa Mukti kini jadi andalannya dibanding kendaraan pribadi yang dulu kerap ia gunakan. “Nyaman, aman, dan tidak bikin stres di jalan,” tuturnya. Buatnya, kehadiran bus ini benar-benar membantu mobilitas warga. Ia menilai, layanan bus ini sangat memudahkan masyarakat dalam beraktivitas di dalam wilayah Kabupaten Bekasi. “Yang paling terasa, tentu saja karena sampai sekarang masih gratis. Jadi warga bisa bepergian tanpa beban biaya,” tambahnya.Di setiap pemberhentian, kami melihat penumpang naik dengan wajah tenang. Anak sekolah, pekerja, ibu-ibu membawa belanjaan. Semuanya tampak mulai terbiasa dengan sistem ini. Tidak ada pungutan, tidak ada antrean yang kacau. Hanya perlu kartu untuk tap-in dan sudah tersedia rute yang pasti dari titik awal hingga titik akhir perjalanan Trans Wibawa Mukti. Begitu pengeras suara bus menyebut "Halte Pasar Tambun", kami berlima bersiap turun. Dari pemberhentian, hanya perlu menyeberang jalan untuk sampai ke Gedung Juang 45 Bekasi atau yang lebih akrab disebut Gedung Juang Tambun. Lokasi ini jadi salah satu daya tarik di sepanjang rute Trans Wibawa Mukti. Tak hanya menyimpan jejak sejarah di Museum Bekasi yang ada di dalamnya, kawasan ini juga strategis karena berada tak jauh dari Pasar Tambun dan Puskesmas Tambun. Usai puas menjelajah Museum Bekasi, kami kembali naik dari halte yang sama, melanjutkan perjalanan menuju titik akhir rute Trans Wibawa Mukti di Stasiun LRT Jatimulya. Dalam perjalanan kali ini, kami berbagi ruang dengan satu keluarga yang juga menuju arah sama. Mereka baru pertama kali mencoba layanan bus dengan skema Buy The Service (BTS) ini. “Busnya masih baru dan bagus, AC-nya dingin, dan cukup nyaman”, ujar Dedi, penumpang asal Jababeka. Namun ia juga memberi masukan agar halte diperbaiki dengan penutup agar penumpang lebih terlindungi dari panas dan hujan. Biasanya mereka mengandalkan mobil pribadi untuk ke Jakarta, tapi hari itu, mereka sengaja mencoba angkutan umum, sekadar ingin merasakan pengalaman baru naik moda transportasi publik yang nyaman dan terjangkau.Perjalanan kami bersama BisKita Trans Wibawa Mukti serasa mengantar menyusuri nadi Kabupaten Bekasi. Dari kawasan perumahan padat, pusat pendidikan, hingga pusat ekonomi lokal seperti pasar dan area perkantoran, bus ini melewati titik-titik vital yang menjadi denyut aktivitas harian warga. Tak terasa, kami pun tiba di titik akhir perjalanan—Stasiun LRT Jatimulya. Di sinilah salah satu simpul integrasi antar moda berada, menghubungkan layanan bus BTS dengan angkutan berbasis rel menuju pusat Jakarta. Selama masa uji coba ini, layanan belum berbayar, memberi kesempatan luas bagi masyarakat untuk mengenal dan membiasakan diri dengan transportasi publik yang nyaman dan modern. Perjalanan ini bukan sekadar berpindah tempat, tapi juga menandai langkah kecil menuju budaya bertransportasi yang lebih berkelanjutan di Kabupaten Bekasi.Motto Swatantra Wibawa Mukti benar-benar terasa menggema sepanjang perjalanan kami hari itu. Bukan karena dipajang besar-besar, melainkan karena diwujudkan dalam bentuk layanan publik yang bisa disentuh, dirasakan, dan dinikmati. Dalam satu perjalanan itu, kami seakan melihat versi kecil dari impian besar sebuah kabupaten—untuk berdiri sendiri, melayani dengan wibawa, dan membawa warganya menuju kesejahteraan. (ADT-AH/HG/ME/ETD)
Waktu masih menunjukkan pukul 06.00 WIB. Sinar matahari semakin tinggi beriringan dengan ramainya pergerakan kendaraan di sepanjang jalur Kota Bekasi yakni Bantar Gebang - Jl. Narogong Rawalumbu – Jl. Raya Pekayon – Jl. K.H Noer Ali – Jl. Ir H. Juanda. Kendaraan saling berlomba mengangkut penumpang yang mengawali perjalanan dari rumah menuju berbagai pusat kegiatan yang berada di wilayah Kota Bekasi ataupun Jakarta, Kabupaten Bekasi, Bogor dan lainnya. Pemandangan ini jamak ditemui di semua wilayah perkotaan terutama aglomerasi Jabodetabek yaitu masyarakat yang bergerak dengan ritme dinamis, mobilisasi yang tinggi sepanjang hari, dan penumpang menggunakan berbagai angkutan umum maupun pribadi untuk menuju pusat-pusat kegiatan. Tentunya, perjalanan yang lancar tanpa kendala berarti di setiap pergerakan menjadi harapan yang sama dari masyarakat.Seperti diketahui, pertumbuhan penduduk di wilayah perkotaan dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan signifikan dan memicu peningkatan mobilitas penduduk dari daerah-daerah penyangga menuju pusat kegiatan. Mobilitas penduduk yang tinggi di perkotaan juga masih didominasi oleh penggunaan kendaraan pribadi baik mobil dan motor. Keberadaan angkutan massal di wilayah perkotaan yang terintegrasi, aman, nyaman, selamat, tepat waktu menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi melalui kolaborasi bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan operator transportasi. Hal tersebut bertujuan meningkatkan konektivitas antar wilayah, mengurangi kemacetan sebagai dampak penggunaan penggunaan kendaraan pribadi, dan tulang punggung perekonomian terutama di wilayah perkotaan.Data Survey Penduduk Tahun 2020 dari Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah penduduk Kota Bekasi sebanyak 2,54 juta jiwa yang tersebar pada 12 wilayah Kecamatan. Menurut kelompok umur mayoritas penduduk Kota Bekasi sebanyak 72,56% merupakan kelompok usia produktif (15-64 tahun) yang mengindikasikan Kota Bekasi masih dalam masa bonus demografi. Sementara itu, kelompok lainnya yaitu 19,53% berusia 0-14 tahun dan 7,91% berusia usia di atas 65 tahun. Hadirnya Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bekasi yang disebut BisKita Trans Bekasi Patriot menjawab tantangan penyediaan layanan angkutan umum massal perkotaan untuk mendukung mobilisasi dan aksesibilitas masyarakat. BisKita Trans Bekasi Patriot beroperasi mulai 3 Maret 2024 melalui skema pembelian layanan atau Buy The Service. Saat ini, Biskita Trans Bekasi Patriot melayani dari jam 05.00 – 21.00 WIB dengan jarak tempuh hingga 37 kilometer, memiliki 1 koridor layanan, dengan total armada sebanyak 15 unit yaitu 14 unit dengan 1 unit cadangan, dengan 7 ritase.BisKita Trans Bekasi Patriot Dukung Integrasi Antarmoda Setelah setahun lebih beroperasi, keberadaan BisKita Trans Bekasi Patriot menjadi angin segar warga Kota Bekasi dalam mobilitas, aksesibilitas, dan mengurangi dampak kemacetan jalan yang menuju pusat kota Bekasi maupun wilayah aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang. Kemenhub menggandeng pemerintah kota Bekasi dengan memberikan stimulus untuk layanan angkutan massal perkotaan yang aman, nyaman, selamat, modern sehingga menciptakan kesetaraan layanan. Bekasi merupakan kota ke-12 yang telah menerapkan layanan BTS. Kota-kota lain yang telah lebih dulu menerapkan BTS antara lain Bogor, Palembang, Medan, Bali, Solo, Yogyakarta, Makassar, Banyumas, Banjarmasin, Bandung dan Surabaya.Selanjutnya, kami memulai perjalanan menggunakan BisKita Trans Patriot rute Pasar Alam Vida Bantar Gebang menuju Kawasan Summarecon Bekasi. Saat ini, tarif masuh berlaku Rp. 0,- dengan metode pembayaran menggunakan kartu elektronik saat tap in dan tap out, dengan waktu tempuh sekitar 60 menit , dan headway 10-15 menit. BisKita Trans Bekasi Patriot merupakan BRT yang terintegrasi dengan berbagai simpul-simpul transportasi massal antarmoda berbasis jalan (Transjabodebek, bus Mayasari, JR Connexion) maupun rel (LRT, KRL, kereta jarak jauh). Penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan dengan LRT Jabodebek dapat berhenti di Halte Revo Town kemudian melanjutkan perjalanan dari Stasiun LRT Bekasi Barat Revo Town Mall. Penumpang yang melanjutkan perjalanan dengan KRL ataupun Kereta Jarak Jauh dapat turun di Halte Stadion Candrabhaga atau Halte La Terezza kemudian dilanjutkan ke Stasiun Bekasi. Penumpang yang melanjutkan perjalanan menggunakan Trans Jabodetabek, JR Connexion, dan bus menuju Jakarta dapat turun di Halte Vida Bekasi, Halte Tol Barat 1, Halte Le Terazza Summarecon. Selain itu, penumpang yang ingin bepergian ke Bandara Soekarno Hatta atau Lampung bisa turun di Halte Kayuringin kemudian ke Terminal Kayuringin dan melanjutkan perjalanan menggunakan DAMRI Bandara Soekarno Hatta atau DAMRI Lampung.Selain terintegrasi dengan simpul transportasi, BisKita Trans Bekasi Patriot terhubung dengan area residensial, pusat kegiatan (Stadion Bola Candrabhaga, Kantor Pemerintahan Kota Bekasi, Taman Kota Bekasi); kantor sarana layanan masyarakat (Rumah Sakit, Kantor Kecamatan, Kantor Polisi); pusat perbelanjaan (Revo Town Mall, Metropolitan Mall, Grand Metropolitan, Bekasi Trade Center, Bekasi Hypermal, Area Perbelanjaan Summarecon); serta berbagai sekolah dan kampus.Di perjalanan kami berbincang dengan penumpang tentang layanan BisKita Trans Bekasi Patriot. Junaida, seorang karyawan swasta merupakan penumpang yang setiap hari menggunakan layanan Biskita dari rumahnya di kawasan Rawalumbu menuju Halte Stadion Candrabhaga kemudian melanjutkan perjalanan ke Stasiun KRL Bekasi. Junaida mengatakan sangat menikmati layanan Biskita Transpatrot sejak beroperasi. Alasan utama Junaida memilih Biskita untuk menunjang mobilitasnya karena faktor keselamatan di perjalanan. “Lebih praktis sih, sebelumnya saya naik motor, jalur Narogong kan macet dan banyak truk jadi kurang keselamatannya. BisKita ini nyaman, waktu tunggunya juga ngga terlalu lama, busnya bagus, dan perjalanan lebih selamat,” ujarnya.Lebih lanjut, dirinya berharap agar keberadaan BisKita Transpatriot dapat menambah koridor, mengurangi waktu tunggu (headway), dan menambah jumlah bus terutama di jam-jam sibuk. “Kalau nanti juga ada tarif yang harus dibayar juga saya tetap naik, tapi ya jangan mahal-mahal,” harapnya.Fai seorang karyawan swasta juga rutin menggunakan BisKita rute Summarecon Bekasi– Halte Kayuringin/Samedja untuk mobilitas bekerja setiap hari. Sebelum ada BisKITA dirinya kerap menggunakan ojek online untuk berangkat bekerja. “Sejauh ini puas sama pelayanannya, busnya juga nyaman, waktu tunggunya paling lama 15 menit,” ujar Fai.Fai menyampaikan harapan agar BisKITA dapat menambah koridor baru yang menjangkau berbagai daerah di Kota Bekasi hingga Kabupaten Bekasi. “Kalau nanti sudah ada tarif juga saya tetap naik kok,” tutup Fai. BisKita wajib memenuhi Standar Pelayananan Minimum yang ditetapkan meliputi aspek keselamatan, kenyamanan, pelayanan, dan ketertiban. Setiap hari, semua unit Biskita rutin dilakukan rampcheck untuk memastikan keselamatan dan kelaikan kendaraan. Leader Manajemen Pengelola Biskita Trans Bekasi Patriot, Aditya Fatih menyampaikan ramp check atau pemeriksaan armada bus merupakan prosedur penting untuk memastikan keselamatan, kelaikan jalan, dan kenyamanan penumpang. “Pemeriksaan dilakukan saat kedatangan di pool malam hari dan sebelum diberangkatkan pagi hari meliputi kesempurnaan body depan belakang, dan samping, lampu – lampu, AC, CCTV, perlengkapan Top On Board, kaca dan spion, pintu mekanisme buka tutup, kebersihan kabin, sabuk pengaman, kebisingan suara mesin, kelangkapan alat pemadam APAR, keluhan pengemudi terhadap performa mesin dan kondisi teknis lainnya,» jelas Adit.Peran Pemerintah Daerah Untuk Keberlanjutan BisKitaSejak beroperasi Maret 2024 hingga Juni 2025, Biskita telah andalan warga Kota Bekasi dan mendorong minat masyarakat beralih dari angkutan pribadi ke angkutan massal. Tercatat Biskita Trans Bekasi Patriot telah melayani lebih dari 59 ribu penumpang dengan rata-rata load factor atau tingkat keterisian 52,56%. Dirjen Integrasi Transportasi dan Multimoda (Intram) Risal Wasal mengatakan konsep BTS dalam konsep integrasi angkutan massal perkotaan merupakan wujud kehadiran pemerintah memberikan layanan kepada masyarakat untuk bepergian. Dalam hal ini Kemenhub memberikan stimulus (berupa subsidi) kepada Pemerintah Daerah untuk menyediakan angkutan massal yang aman, nyaman, berkeselamatan, dan setara. Oleh karenanya, ia menekankan layanan dan keberlanjutan BisKita Trans Bekasi Patriot memerlukan peran pemerintah Kota Bekasi.Pemerintah pusat (Kemehub) selaku pembina memberikan contoh mengelola penyediaan layanan trasnportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau atau disebut pilot project. Pilot project bersifat sementara dan tidak sepanjang tahun. Sesuai regulasi yang telah ditetapkan, sudah ada pembagian kewenangan tentang penyediaan angkutan umum. UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan disebutkan bahwa pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya angkutan umum yang aman, nyaman, terjangkau.Sementara, PP. 35 Tahun 2023 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Peraturan Menteri Dalam Negeri No, 15 Tahun 2024 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2024, mengamanatkan agar pajak kendaraan bermotor minimalnya 10% digunakan untuk meningkatan moda dan sarana transportasi umum. Risal mengatakan kedepannya, pemerintah Kota Bekasi harus merencanakan keberlanjutan penyediaan BisKita meliputi pembiayaan melalui APBD, penambahan rute dan layanan, serta konsep penerapan BRT sebagai sistem angkutan umum massal perkotaan terintegrasi yang berfungsi feeder (angkutan pengumpan) maupun angkutan utama. “Pemda Bekasi harus menetapkan konsep BRT kedepan misalnya angkot menjadi feeder yang mengangkut dari perumahan-perumahan menuju BRT kemudian menuju LRT atau stasiun KRL (BRT sebagai feeder angkutan massal) atau BRT berfungsi sebagai angkutan utama yang langsung menuju pusat kegiatan,” ujar Risal.Lebih lanjut, konsep integrasi transportasi massal perkotaan yang meliputi ketepatan jadwal, tarif terjangkau, dan fisik kendaraan harus diselaraskan aktivitas masyarakat. Hal ini mendrorong mendorong unsightseeing effect atau keinginan membeli setelah melihat bagi para penumpang angkutan massal. Contohnya, di simpul transportasi tersedia area perbelanjaan sehingga penumpang bisa belanja, makan, dan melakukan aktivitas lain yang akhirnya meningkatkan kegiatan perekonomian wilayah tersebut.“Kemenhub sebagai pembina tentu akan terus mensupervisi dan mndukung pemerintah daerah dalam menyediakan angkutan massal perkotaan sehingga integrasi intermoda dan antarmoda di wilayah tersebut terpenuhi,” tutup Risal. (AH-ADT/HG/ME/ETD)
“Di tepinya Sungai SerayuWaktu fajar menyingsingPelangi merona warnanyaNyiur melambai-lambai...”
Semarang - Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang telah menjadi primadona bagi masyarakat Kota Semarang yang ingin berpindah dari satu titik ke titik lain. Sejak kehadirannya pada 2009 silam, jumlah penumpang moda transportasi tersebut terus mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun.
Semarang - Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang telah menjadi primadona bagi masyarakat Kota Semarang yang ingin berpindah dari satu titik ke titik lain. Sejak kehadirannya pada 2009 silam, jumlah penumpang moda transportasi tersebut terus mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun.
Majalengka - Kelompok terbang (Kloter) I asal embarkasi Jawa Barat telah diterbangkan ke tanah suci melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jumat (2/5). Adapun jemaah yang diberangkatkan sebanyak 445 jemaah dalam kloter I ini yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Dalam rangka meaningfull participation sejalan dengan amanat UU No 13 Tahun 2022 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, diselenggarakan komunikasi publik lanjutan dalam penyusunan RPP tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kementerian Perhubungan khususnya pada unit Ditjen Perhubungan Darat dan Ditjen Perhubungan Laut pada hari Kamis, tanggal 20 Maret 2025.